Alasan Waktu

Barangkali yang membuat waktu di kairo terasa cepat adalah jumlah mandi dalam sehari yang hanya sekali, bahkan terkadang tiga hari sampai seminggu sekali. Jadi, kalai di Indonesia antara mandi pertama dan kedua ada aktifitas menunggu. Jadi terasa lama. Sementara di sini tak pernah ada kata menunggu untuk mandi. Wong kalau musim dingin gini mandinya nunggu junub dulu kok. Hehehe…

Main Futsal

Pagi ini saya main futsal. Sebenarnya tidak pagi-pagi amat karena sewa lapangannya dimulai jam sepuluh, saat matahari musim dingin sudah meninggi. Sudah lama saya tidak memainkan si bola bundar itu. Memang sejak saya kuliah di Kairo 2006 lalu bisa dibilang saya mengoceknya hanya dalam hitungan jari. Awal-awal di kairo memang sangat berat untuk tidak main bola. Maklum di pesantren dulu, hampir tiap sore selepas KBM kalau tak main bola ya gak afdhol. Bahkan, saking gilanya, pernah kami main bola dengam telanjang bulat. Tanpa sarung. Memang tidak sering, biasanya bola telanjang itu dilakukan sesaat menjelang magrib sambil antri kamar mandi. Main bola itu tidak hanya taktik tapi fisik sangat fundamental dan itu adalah persoalan yang sangat besat bagi saya. Saya jarang berolahraga. Bahkan, bisa dibilang tidak pernah kecuali jalan kaki ketika shoping buku. Ya, untuk urusan buka bisa dibilang saya adalah shopaholic. Baru beberapa menit turun ke lapangan kepala saya sudah pening dan tak mampu lagi berlari, padahal masih ingin main dan mencetak goal. Tapi kalau dilanjutkan pasti akan muntah dan geblak di lapangan. Saya pun keluar lapangan dan langsung rebahan di pinggir. Teman-teman langsung komentar, wah milanistine keok e, bedo nek karo moco puisi. Hampir satu jam saya rebahan dan disinari panas mentari. Dan yang paling penting dari semua itu, selain kebersamaan adalah saya BERKERINGAT!